Pikiran Kosong, Sehatkah?

Posted on

 

By
Mampuono R. Tomoredjo
-January 20, 2017 0 22

Pagi ini penulis merasa kondisi pikiran tidak seperti biasanya. Otak benar-benar terasa kosong. Tidak ada satupun gagasan yang muncul di dalam benak penulis, padahal biasanya begitu bangun tidur di kepala sudah berjejal berbagai macam hal. Dari bangun tidur sampai ke kantor biasanya sudah terlahir tulisan atau artikel ndak ketang beberapa penggal.

Barangkali kebiasaan Menemu Baling atau menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga memang menyehatkan. Otak terutama menjadi lapar menu baru. Membaca hal-hal baru menjadi suatu kebutuhan. Setelah diendapkan selama waktu tidur beberapa jam maka selepas bangun tidur itu mulut langsung lancar mengoceh. Ocehan itu kemudian menjelma menjadi berbagai artikel yang semoga saja bermanfaat bagi yang membaca.

Begitulah yang sudah berlangsung beberapa bulan ini. Tepatnya sejak penulis membuat aplikasi Menemu Baling pada tanggal 1 Desember 2016 lalu. Aplikasi itu ternyata cukup dibutuhkan orang dan didownload bahkan oleh 2000 user di Minggu pertama diunggah. Catatan statistik terakhir di website www.appsgeyser.com menyebut bahwa aplikasi sudah didownload 9.500 kali. Penulis merasa harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah penulisan sebar luaskan. Karena menyebar paham literasi, maka mau tidak mau penulis harus menjadi contoh. Penulis harus menjadi penulis yang produktif. Target awal tidak muluk-muluk, cukup dua sampai tiga artikel setiap hari. Target besarnya minimal 10 artikel setiap hari. Lima dalam bahasa Indonesia dan lima lagi dalam bahasa Inggris.

Caranya paling mudah untuk bisa mencapai goal tersebut adalah penulis menjadikan Menemu Baling Sebagi hobi. Hobi sendiri menurut penulis adalah aktivitas yang menuntut fokusnya tenaga dan pikiran tetapi justeru ketika aktivitas itu dilakukan efek yang ditimbulkan adalah semakin refreshnya tenaga dan pikiran para pelakunya. Hal itu karena semua dilakukan dengan penuh kesenangan, kegemaran dan kegembiraan. Ketika menjalankan aktivitas hobi maka orang akan merasa bahwa semua berlangsung seolah tanpa beban. Begitu aktivitas selesai dan hasilnya bermanfaat bagi yang lain, yang muncul justru kepuasan.

Penulis tampaknya sudah mulai berhasil menjadikan Menemu Baling sebagai hobi. Saking getolnya penulis pada hobi baru ini, penulis selalu melakukan Menemu Baling di setiap ada kesempatan. Bahkan ketika berada di dalam kendaraan, aktivitas itu cenderung sudah membuat penulis ketagihan. Sudah banyak tulisan yang penulis buat sambil menghabiskan waktu di dalam kendaraan ketika bepergian. Berangkat ke kantor, Menemu Baling. Pulang kantor, juga Menemu Baling. Tugas ke daerah, Menemu Baling. Naik kereta, Menemu Baling. Naik pesawat, Menemu Baling. Bahkan ketika berkunjung ke Kaltim beberapa hari lalu, akibat Menemu Baling di kendaraan, sehari penulis berhasil membuat enam artikel yang cukup panjang.

Ketika hampir semua orang merasa tidak sabar berhadapan dengan kemacetan atau menggerutu karena terlalu lamanya warna merah pada lampu lalu lintas di persimpangan, yang dialami penulis justru sebaliknya. Ada rasa lega justeru ketika penulis antri di dalam ketersendatan, atau menunggu lamanya lampu merah di perempatan. Ini aneh atau normal ya? Tapi itulah yang terjadi. Karena disaat itulah hobi Menemu Baling paling efektif dijalankan.

Banyak yang berjejal di kepala yang bisa membuat pening dan pegal. Jika tidak segera digelontorkan dengan cara Menemu Baling, hal tersebut justru menjadi sesuatu yang terus-menerus mengganjal bahkan menyimpan. Solusinya tinggal mengambil gadget Sagusatab IGI, buka mesin mencatat, penjet microphone, lalu keluarkan segala sesuatu yang selama ini mengganjal dari tempatnya berjejal. Begitu diucapkan, semuanya tampil sebagai draf tulisan yang siap direvisi, diedit, lalu dipublikasikan.

Tapi back to the top, pagi ini benar-benar penulis merasa lain. Otak kosong. Pikiran kosong. Dalam hati kecil terbersit pikiran, biarlah sesekali otak ini kosong. Barangkali itu justru lebih menyehatkan. Hitung-hitung untuk refreshing bagi penulis yang selama ini menargetkan untuk bisa membuat 5 sampai 10 artikel setiap hari dalam waktu dekat. Ambisius, tetapi setidaknya itu membuat hidup lebih hidup. Dengan kosongnya pikiran penulis seperti terbebas dari beban.

Hidup itu harus lebih hidup, tetapi sesekali biarlah pikiran kosong sesaat. Dan itu bisa menyehatkan asal kosongnya tidak kelamaan. Ok?

Selamat mengosongkan pikiran!

MRT
Menulislah 5 Menit

4 thoughts on “Pikiran Kosong, Sehatkah?

  1. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.

  2. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable.

  3. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable.

    1. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *